Didalam persaudaraan, hendaknya kamu selalu menjaga hubungan tersebut agar selalu rukun, saling memahami satu sama lain, dan juga bisa mengendalikan ego masing-masing agar tidak terjadi perpecahan. Karena jika sampai terjadi konflik, ini akan sangat mengorbankan hubungan baik yang selama ini sudah kamu bina. Psalms133. Psa 133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Psa 133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Psa 133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. ilustrasi) Salah satu ciri-ciri keluarga yang hidup rukun adalah saling membantu antaranggota. Selain termasuk ciri-ciri keluarga yang hidup rukun, sikap saling tolong menolong juga bermanfaat dalam lingkungan rumah dan masyarakat, Kids. Menolong enggak hanya bentuk materi namun juga bisa dalam bentuk pikiran atau tenaga. MenganalisisQ.S. Yunus 6 menghindarkan diri dari tindak (10) : 40-41 dan Q.S. Al- kekerasan Maidah (5) : 32, serta hadits tentang toleransi dan Menunjukkan perilaku hidup menghindarkan diri dari Ditampilkan ilustrasi tentang perilaku yang mencerminkan bertoleransi, rukun, dan tindak kekerasan. Bacaan: Maz 133 : 1-3. Ev.Josua J.Sengge,S.Th . Manusia memandang dunia dengan cara yang berbeda.Masa kecil,remaja,dewasa memiliki pandangan terhadap dunia secara berbeda.Tetapi cara pandang Tuhan berbeda.Manusia melihat dunia sebagai persaingan dan peperangan,tetapi Allah memandang indah sebuah kerukunan,ketika semua orang diam bersama dengan rukun.Kerukunan dilambangkan sebagai : IlustrasiRenungan Lukas 1:39 "Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda." ---------------------------------------------- Ilustrasi . 1, 2. Mengapa Paulus menyurati orang Kristen Ibrani? PADA tahun 61 M, sidang-sidang di Israel umumnya menikmati keadaan yang damai. Meski rasul Paulus sedang dipenjarakan di Roma, ia berharap bisa segera dibebaskan. Sementara itu, Timotius baru saja keluar dari penjara, dan mereka berdua ingin mengunjungi saudara-saudari di Yudea. Ibr. 1323 Namun, mereka tidak tahu bahwa lima tahun kemudian, Yerusalem akan dikepung tentara, seperti yang Yesus nubuatkan. Pada saat itu, orang Kristen di Yudea, terutama yang tinggal di Yerusalem, harus mengikuti perintah Yesus untuk segera melarikan diri.​—Luk. 2120-24. 2 Dua puluh delapan tahun sudah berlalu sejak Yesus memberikan peringatan itu. Selama itu, orang Kristen di Israel tetap setia meski ada banyak tentangan. Ibr. 1032-34 Tapi, Paulus ingin agar mereka siap menghadapi apa yang akan terjadi. Mereka akan mengalami salah satu ujian iman terbesar. Mat. 2420, 21; Ibr. 124 Mereka membutuhkan ketekunan dan iman yang sangat besar untuk menaati perintah Yesus untuk pergi agar nyawa mereka selamat. Baca Ibrani 1036-39. Jadi, Yehuwa mengilhami Paulus untuk menguatkan saudara-saudarinya melalui surat, yang sekarang disebut buku Ibrani. 3. Mengapa buku Ibrani penting bagi kita? 3 Buku Ibrani juga penting bagi umat Allah pada zaman modern. Mengapa? Situasi kita mirip dengan orang Kristen di Yudea. Kita hidup pada ”masa kritis yang sulit dihadapi”, dan banyak yang harus menanggung cobaan atau tentangan. 2 Tim. 31, 12 Kebanyakan dari kita memang menikmati keadaan yang aman dan damai serta tidak mengalami penganiayaan. Tapi, seperti orang Kristen pada zaman Paulus, kita harus waspada karena sebentar lagi, kita akan menghadapi ujian iman yang terbesar!​—Baca Lukas 2134-36. 4. Apa ayat tahunan untuk 2016, dan mengapa itu cocok? 4 Apa yang harus kita lakukan agar siap? Dalam buku Ibrani, Paulus menyebutkan banyak hal yang bisa memperkuat iman. Salah satunya yang sangat penting ada di Ibrani 131, ”Hendaklah kasih persaudaraan tetap ada di antara kamu.” Ayat itu dipilih sebagai ayat tahunan 2016. Ayat tahunan untuk 2016 ”Hendaklah kasih persaudaraan tetap ada di antara kamu.”​—Ibrani 131 APA KASIH PERSAUDARAAN ITU? 5. Apa kasih persaudaraan itu? 5 Apa kasih persaudaraan itu? Kata bahasa Yunani yang Paulus pakai berarti ”kasih sayang terhadap saudara”. Ini adalah perasaan yang dalam dan hangat, seperti antara anggota keluarga atau sahabat. Yoh. 1136 Kita tidak berpura-pura bersaudara dengan rekan seiman. Kita adalah saudara. Mat. 238 Paulus berkata, ”Dalam hal kasih persaudaraan, milikilah kasih sayang yang lembut seorang terhadap yang lain. Dalam hal memperlihatkan hormat, hendaklah saling mendahului.” Rm. 1210 Kata-kata itu menunjukkan betapa kuatnya kasih sayang kita kepada saudara-saudari. Karena menunjukkan kasih persaudaraan dan juga kasih agaʹpe, umat Allah saling bersahabat dan bersatu. 6. Bagi orang Kristen sejati, apa arti ungkapan ”kasih persaudaraan”? 6 Ungkapan ”kasih persaudaraan” kebanyakan muncul dalam karya tulis orang Kristen. Bagi orang Yahudi dahulu, kata ”saudara” biasanya memaksudkan kerabat atau kadang orang yang bukan keluarga. Tapi, kata itu tidak pernah memaksudkan orang non-Yahudi. Namun, sebagai orang Kristen sejati, ”saudara” kita adalah semua rekan seiman, tidak soal dari mana ia berasal. Rm. 1012 Yehuwa sudah mengajar kita untuk menyayangi satu sama lain sebagai saudara. 1 Tes. 49 Tapi, mengapa kita perlu terus mengasihi saudara-saudari? MENGAPA PENTING UNTUK TERUS MENGASIHI SAUDARA-SAUDARI? 7. a Apa alasan terpenting untuk menunjukkan kasih persaudaraan? b Apa alasan lain untuk memperkuat kasih terhadap saudara-saudari? 7 Alasan utamanya adalah karena Yehuwa meminta kita melakukannya. Kita tidak mungkin menyayangi Yehuwa jika kita tidak mau menyayangi saudara-saudari. 1 Yoh. 47, 20, 21 Alasan lainnya adalah kita membutuhkan satu sama lain, terutama selama masa sulit. Ketika Paulus menulis suratnya kepada orang Kristen Ibrani, ia tahu bahwa sebentar lagi, sebagian dari mereka harus meninggalkan rumah dan barang-barang mereka. Yesus sudah memberitahukan bahwa keadaan akan sangat sulit. Mrk. 1314-18; Luk. 2121-23 Jadi, sebelum itu terjadi, mereka perlu memperkuat kasih di antara mereka.​—Rm. 129. 8. Apa yang harus kita lakukan sekarang sebelum kesengsaraan besar datang? 8 Kesengsaraan terbesar sepanjang sejarah manusia akan segera datang. Mrk. 1319; Pny. 71-3 Nanti, kita harus mengikuti petunjuk, ”Pergilah, umatku, masuklah ke kamar-kamar dalammu dan tutuplah pintu-pintu di belakangmu. Bersembunyilah untuk sesaat saja sampai pengecaman berlalu.” Yes. 2620 ”Kamar-kamar dalam” itu bisa jadi adalah sidang kita. Di sanalah kita beribadat bersama saudara-saudari kita. Tapi, kita tidak mau sekadar berkumpul bersama secara teratur. Paulus mengingatkan orang Kristen Ibrani bahwa mereka harus menasihati satu sama lain untuk menunjukkan kasih dan berbuat baik. Ibr. 1024, 25 Kita harus memperkuat kasih persaudaraan sekarang agar kita bisa tabah menghadapi cobaan apa pun di masa depan. 9. a Dengan cara apa saja kita bisa menunjukkan kasih persaudaraan? b Sebutkan contoh yang membuktikan bahwa umat Allah saling mengasihi. Lihat catatan. 9 Bahkan sekarang, sebelum kesengsaraan besar datang, kita harus menunjukkan kasih persaudaraan. Banyak saudara kita menderita karena gempa bumi, banjir, badai, tsunami, dan bencana alam lainnya. Ada juga yang menderita karena ditindas. Mat. 246-9 Selain itu, kita setiap hari merasakan kesulitan ekonomi karena hidup di dunia ini. Pny. 65, 6 Sebenarnya, semakin banyak masalah yang dihadapi saudara-saudari, semakin banyak juga kesempatan untuk membuktikan kasih kita. Meski orang-orang di dunia ini tidak saling peduli, kita harus terus saling mengasihi.​—Mat. 2412. [1] CARANYA TERUS MENUNJUKKAN KASIH PERSAUDARAAN 10. Apa yang akan kita bahas sekarang? 10 Meski menghadapi masalah, bagaimana kita bisa terus menunjukkan kasih persaudaraan? Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa kita memang menyayangi saudara-saudari? Setelah berkata ”hendaklah kasih persaudaraan tetap ada di antara kamu”, rasul Paulus memberitahukan cara orang Kristen bisa mengikuti nasihatnya itu. Mari kita bahas enam di antaranya. 11, 12. Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap suka menerima tamu? Lihat gambar di awal artikel. 11 ”Jangan melupakan sifat suka menerima tamu.” Baca Ibrani 132. Apa artinya ”suka menerima tamu”? Kata yang Paulus pakai punya arti ”kebaikan hati kepada orang yang tidak dikenal”. Mungkin, kita langsung ingat Abraham dan Lot. Dua pria itu berbaik hati kepada tamu yang tidak mereka kenal. Abraham dan Lot belakangan tahu bahwa tamu mereka sebenarnya adalah malaikat. Kej. 182-5; 191-3 Contoh ini mengingatkan orang Kristen Ibrani untuk menunjukkan kasih persaudaraan dengan suka menerima tamu. 12 Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap itu? Kita bisa mengundang saudara-saudari ke rumah kita untuk makan atau bergaul. Meski kita tidak terlalu kenal pengawas wilayah dan istrinya, kita juga bisa mengundang mereka. 3 Yoh. 5-8 Kita tidak perlu memasak macam-macam makanan atau mengeluarkan banyak uang. Kita ingin menguatkan saudara-saudari, bukannya membuat mereka terkesan. Dan, jangan hanya mengundang mereka yang bisa membalas kebaikan kita. Luk. 1042; 1412-14 Yang terpenting, kita tidak mau terlalu sibuk sampai tidak sempat menerima tamu. 13, 14. Bagaimana kita bisa ’mengingat mereka yang berada dalam penjara’? 13 ’Ingatlah mereka yang berada dalam penjara.’ Baca Ibrani 133. Yang Paulus maksudkan adalah saudara-saudara yang dipenjarakan karena iman mereka. Paulus memuji sidang itu karena mereka menunjukkan ”simpati kepada orang-orang yang berada di penjara”. Ibr. 1034 Beberapa saudara membantu Paulus sewaktu dia dipenjarakan selama empat tahun. Tapi, yang lainnya tinggal jauh dari sana. Bagaimana mereka bisa membantu Paulus? Mereka bisa terus mendoakan dia dengan sungguh-sungguh.​—Flp. 112-14; Ibr. 1318, 19. 14 Sekarang, banyak Saksi dipenjarakan karena iman mereka. Saudara-saudari yang tinggal dekat dengan mereka bisa langsung membantu. Tapi, banyak dari kita hidup jauh dari mereka. Bagaimana kita bisa membantu dan tidak melupakan mereka? Kita bisa mendoakan mereka dengan sungguh-sungguh. Misalnya, kita bisa berdoa bagi saudara-saudari dan anak-anak yang dipenjarakan di Eritrea, termasuk Saudara Paulos Eyassu, Isaac Mogos, dan Negede Teklemariam, yang sudah dipenjarakan selama lebih dari 20 tahun. 15. Bagaimana kita bisa menghormati perkawinan kita? 15 ”Hendaklah pernikahan terhormat di antara kamu semua.” Baca Ibrani 134. Kita juga bisa menunjukkan kasih persaudaraan dengan menjaga tingkah laku kita tetap bersih. 1 Tim. 51, 2 Kalau kita melakukan hubungan amoral dengan seorang saudara atau saudari, kita menyakiti orang itu dan keluarganya. Kita juga merusak kepercayaan di antara saudara-saudari. 1 Tes. 43-8 Pikirkan juga bagaimana perasaan istri yang tahu bahwa suaminya menonton pornografi. Apakah ia akan merasa suaminya menyayangi dia dan menghormati ikrar perkawinan?​—Mat. 528. 16. Apa hubungannya rasa puas dengan kasih persaudaraan? 16 ”Hendaklah kamu merasa puas dengan perkara-perkara yang ada padamu.” Baca Ibrani 135. Jika kita percaya kepada Yehuwa, kita akan merasa puas dengan apa yang kita miliki. Apa hubungannya rasa puas dengan kasih persaudaraan? Kalau kita merasa puas, kita sadar bahwa saudara-saudari kita jauh lebih berharga daripada uang atau harta. 1 Tim. 66-8 Kita tidak akan mengeluh tentang saudara-saudari atau keadaan kita. Kita tidak akan iri terhadap orang lain atau tamak. Kalau kita puas dengan apa yang ada, kita akan murah hati.​—1 Tim. 617-19. 17. Jika kita tabah, kita bisa menunjukkan kasih persaudaraan. Jelaskan. 17 ’Tabahlah.’ Baca Ibrani 136. Karena percaya kepada Yehuwa, kita tabah menghadapi cobaan yang sulit. Ketabahan menghasilkan sikap yang positif. Kalau kita bersikap positif, kita bisa menunjukkan kasih persaudaraan dengan menguatkan dan menghibur saudara-saudari kita. 1 Tes. 514, 15 Bahkan selama kesengsaraan besar, kita bisa tabah karena pembebasan kita sudah dekat.​—Luk. 2125-28. Apakah Saudara menghargai kerja keras para penatua bagi kita? Lihat paragraf 18 18. Bagaimana kita bisa memperkuat kasih persaudaraan kepada para penatua? 18 ”Ingatlah akan mereka yang mengambil pimpinan di antara kamu.” Baca Ibrani 137, 17. Para penatua di sidang kita menggunakan waktu pribadi mereka untuk bekerja keras bagi kita. Kalau kita merenungkan semua hal yang mereka lakukan, kita akan semakin menyayangi dan menghargai mereka. Kita tidak mau mereka stres atau tidak lagi bahagia karena sesuatu yang kita lakukan. Kita ingin taat dengan rela. Dengan demikian, kita ”menghormati mereka melebihi yang biasa dengan kasih oleh karena pekerjaan mereka”.​—1 Tes. 513. ’TERUSLAH MELAKUKANNYA DENGAN LEBIH BERSUNGGUH-SUNGGUH’ 19, 20. Bagaimana kita bisa berusaha lebih keras untuk menunjukkan kasih persaudaraan? 19 Seperti pada zaman Paulus, umat Yehuwa sekarang dikenal karena mereka saling mengasihi. Tapi, Paulus menasihati saudara-saudari agar berusaha lebih keras untuk menunjukkan kasih persaudaraan. Ia berkata, ’Teruslah melakukannya dengan lebih bersungguh-sungguh lagi.’ 1 Tes. 49, 10 Jelas, kita selalu bisa memperkuat kasih persaudaraan! 20 Jadi, sewaktu melihat ayat tahunan di Balai Kerajaan kita selama tahun ini, marilah kita merenung, ’Apakah saya bisa lebih rela menerima tamu? Bagaimana saya bisa membantu saudara-saudari yang dipenjarakan? Apakah saya menghormati karunia Allah berupa perkawinan? Bagaimana saya bisa merasa puas? Bagaimana saya bisa lebih percaya kepada Yehuwa? Bagaimana saya bisa lebih mengikuti arahan para penatua?’ Jika kita berusaha untuk memperbaiki diri dalam enam bidang ini, bagi kita ayat tahunan bukan sekadar tulisan yang dipajang di tembok. Itu akan selalu mengingatkan kita untuk mengikuti nasihat Paulus, ”Hendaklah kasih persaudaraan tetap ada di antara kamu.”​—Ibr. 131. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-15 051143 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7850489eaeb8e8 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Oleh Pdt. Supriatno Bacaan Kejadian 2743-46a Selamat pagi, Saudara-saudaraku yang baik. Semoga kita sehat dan meluangkan waktu buat berdoa mengarahkan hati buat firman Tuhan. Puji syukur pada Tuhan. Firman Tuhan di hari akhir pekan ini diambil dari, “Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran, 44 dan tinggallah padanya beberapa waktu lamanya, sampai kegeraman 45 dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya…”Kejadian 2743-46a Saudaraku, setiap manusia memiliki karakter berbeda, termasuk dengan saudara biologisnya. Meskipun lahir dari rahim ibu yang sama, karakter adik- kakak bisa berbeda. Bukan hanya berbeda, malah bisa saling bertolak belakang. Kakaknya pendiam, adiknya cerewet. Adiknya penurut, kakaknya tukang membangkang. Sering karena watak yang berbeda itu menimbulkan sikap yang juga berbeda menanggapi suatu kenyataan. Jika suatu hari ibunya membelikan pakaian. Anak yang cerewet pasti berkomentar panjang dulu, baru dikenakan baju pembelian ibunya. Sedangkan si pendiam, tenang-tenang saja. Dia lihat, dia senang, langsung dia pakai. Yakub dan Esau putra-putra Ishak, keduanya satu sama lain berbeda wataknya. Yakub ambisius, sedangkan Esau suka menyepelekan hal yang berharga. Puncak keperbedaan antar mereka berujung pada konflik panjang dan pahit. Kebencian dan dendam mewarnai perjalanan relasi mereka sebagai kakak-adik. Tidak hanya sebatas mereka berdua. Ishak dan istri terkena imbas mereka. Mereka harus mengalami kepedihan mendalam. Karena mereka harus menelan kenyataan betapa sulitnya nilai persaudaraan menjadi ikatan yang mempersatukan Esau dan Yakub. Hal itu berawal dari ambisi Yakub ingin memperoleh hak dan berkat kesulungan. Sesungguhnya, dalam urutan sebagai anak kedua, hak kesulungan tidak diperuntukkan buatnya. Tapi itu jatah kakaknya Esau. Sayangnya , sesuai dengan wataknya, Yakub berambisi ingin memiliki dan menguasainya. Bahkan, tak segan-segan dengan cara menipu, Yakub nekad menempuhnya. Sementara itu, Esau menganggap remeh hak dan berkat kesulungan. Sampai hal berharga itu, dengan ringannya dia mau barter dengan semangkuk sop kacang merah. Barulah, setelah proses barter terjadi, dia sadar adiknya merugikannya. Sebab, hak kesulungan akan mendatangkan jatah warisan tanah yang luas dan subur. Dengan menukarnya, maka ia sadar ia kehilangan hak warisan itu, oleh sebab telah diperdayai adiknya sendiri. Kesadaran datang terlambat. Termasuk juga Esau. Dia geram dan marah besar atas Yakub. Teganya, Yakub menipunya. Namun Esau tidak mau introspeksi. Sebab bagaimanapun, wataknya yang menyepelekan atas hal yang berharga, ikut memberi andil terjadinya permasalahan dirinya dan adiknya. Esau tumpahkan seluruh sumber kesalahan pada Yakub. Tak heran, ia marah sekali. Saking marahnya ia mau membunuh adiknya. Yakub bisa lolos dan selamat, karena Ishak cepat memintanya pergi ke tempat aman. Dalam hal ini mengungsi ke rumah Laban, saudaranya. Saudaraku, sesuatu yang penting dalam hidup itu tidak semata-mata bersifat bendawi. Persaudaraan yang rukun antar adik-kakak, itu juga sangat berharga. Antar kakak-adik harus dibangun sikap saling menghormat. Dan jangan merugikan salah satu pihak, yang akhirnya menciptakan keretakan dalam relasi. Memang antar kakak dan adik meski lahir dari rahim yang sama, suka menyimpan perbedaan. Perbedaan itu harus dikelola dengan formula yang tepat. Meminjam falsafah Sunda, agar hidup saling tetap harmonis, maka kita harus saling asih, asuh dan asah. Saling mengasihi, saling memperhatikan dan merawat serta saling memperkuat. Tidak boleh drama Yakub dan Esau terjadi di tengah keluarga kita. Sama, jangan sampai terjadi pada anak-anak kita. Persaudaraan yang rukun antar adik-kakak, itulah kerinduan kita. Kita ingin relasi antar saudara tercipta indah. Dengan demikian menjadikan orang tua di masa tua bangga dan bahagia. Bukankah kita tahu bahwa masa tua itu yang dipentingkan bukan berapa banyak jumlah uang di tabungan. Bukan berapa luas lahan yang dimiliki. Tapi, seberapa rukun dan saling mengasihi antar anak-anaknya. Kemarin, ada perayaan lansia nasional. Semoga para lansia berbahagia. Melihat anak dan cucu hidup berdampingan dengan harmonis. Tidak saling berebut harta. Tidak dikuasai sikap saling iri dan benci. Untuk itu, musti belajar dari kesalahan Yakub dan Esau, supaya kita pun tidak mengulang kesalahan yang sama. Tuhan memberkati hidup penuh rukun. Mari kita berdoa, “Tuhan, jadikan kami memberlakukan kasih sejati antar adik-kakak menjadi nyata. Kami berdoa untuk anak-anak, cucu-cucu, para keponakan yang pagi ini menikmati akhir pekan. Tuhan lindungi mereka. Doa ini, kami serahkan kepada-Mu. Kiranya Tuhan berkenan memenuhinya. Amin. SELAMAT HARI LANSIA BUAT PARA OMA DAN OPA. © " Tak ada perbedaan, hanya ada sebuah persatuan dan persaudaraan." " Satukan hati ,satukan pikiran untuk membentuk ikatan persaudaraan yang erat." " Persaudaraan bukan hanya terjadi pada saat membutuhkan melainkan setiap saat itulah persaudaraan." " Permusuhan tidak baik dipertahankan, perdamaian penting diusahakan. Persaudaraan perlu dijalin antar sesama manusia untuk kebaikan." " Kunci keberhasilan sebuah komunitas bukan di pimpinannya, tapi seberapa erat persaudaraan anggotanya." " Ketika seseorang merasa paling benar, maka ia telah menjadi ancaman bagi tali persaudaraan dan saudaranya." " Jika seseorang tidak bisa memahami prinsip persaudaraan, maka tidak akan ada artinya dia belajar." " Jagalah keharmonisan hubungan kekeluargaan dan hilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan persaudaraan." " Dengan silaturahmi, rasa persaudaraan dan saling memiliki akan terbangun." " Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepada di hari kiamat." - HR Thabrani " Silaturahmi adalah cara terbaik untuk menjembatani dua insan yang sedang berselisih. Mendekatkan jarak yang jauh, memberikan kabar dan saling mendoakan satu sama lain." – Kosngosan " Saudara adalah seseorang yang kau temukan banyak persamaan dengan dirimu, namun tetap menghargai segala perbedaan yang ada." " Salah satu hal yang paling mahal dalam bermasyarakat adalah merawat persaudaraan." " Persaudaraan adalah saling berbagi. Tetapi salah satunya harus memulai." " Memang bencana dan musibah selalu membawa hikmah, selain sebagai pengingat juga bisa digunakan untuk pembuktian persaudaraan sejati." " Kuatnya hasrat untuk menjaga hubungan persaudaraan akan memampukan seseorang menyelesaikan masalah." " Keindahan persaudaraan tidak hanya karena ikatan darah, ketika kamu merasa energimu selalu bertambah ketika bersamanya, itulah persaudaraan sejati." " Jangan hapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah sebuah kesalahan demi utuhnya persaudaraan." " Indahnya kebersamaan, indahnya persaudaraan atas nama iman. Seiring sejalan saling menanggung beban." - Yuni Ummu Wati " Bila kuku kita panjang, yang dipotong adalah kuku bukannya jari. Begitu juga bila ada masalah sesama sahabat atau saudara, yang dibuang adalah masalahnya bukan silaturahmi persahabatan atau persaudaraannya." Rasulullah Saw bersabda اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِc Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan. [Muttafaq Alaihi]. Orang-orang yang beriman itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan sakit Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata Rasulullah saw. bersabda Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. Shahih Muslim Ummat Islam itu saling menguatkan satu sama lain Hadis riwayat Abu Musa ra. dia berkata Rasulullah saw. bersabda Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain. Shahih Muslim Allah melarang ummat Islam untuk bercerai- berai “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,” [Ali Imron 103-105] Rasulullah saw. bersabda Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya. Shahih Muslim Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman Yang Maha Pengasih, karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. HR. Bukhari Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu. HR. Muslim Silahkan baca “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab Al Quran kepada kamu. Di antara isi nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain ayat-ayat mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali Imran 7] Dari Abdullah Ibn. Mas’ud ra meriwayatkan bahwa baginda Rasulullah SAW bersabda “Maukah Aku khabarkan kepadamu siapakah orang yang diharamkan dari api neraka ? Dan api neraka tidak akan menyentuhnya. Mereka adalah orang yang menghampiri orang lain dengan lemah lembut, berlebih kurang dan baik hati.” HR Tirmidzi “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” Bukhari muslim no. .64,97, Tirmidzi Nasa’I 4037, Ibnu Majah Ahmad Agar tidak berpecah-belah, hendaknya kita berpegang pada Al Qur’an dan Hadits. Sabda Rasulullah Saw “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”HR Ibnu Abdilbarri Kemudian ikuti juga ijma’ kesepakatan para ulama yang terdahulu seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’I, dan Imam Hambali. Para Imam tersebut meski kadang berbeda pendapat, namun tidak mengkafirkan atau saling cela satu sama lain. Para Imam itulah yang hendaknya kita ikuti “Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul besepakat di atas kesesatan” Tirmidzi Ahmad 6/396 Tak jarang ummat Islam terpecah ke dalam kelompok-kelompok kecil yang saling bertikai satu sama lain. Mereka larut dalam fanatisme golongan Ashobiyyah Ka’ab bin Iyadh Ra bertanya, “Ya Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi Saw menjawab, “Tidak, fanatisme Ashabiyah ialah bila seorang mendukung membantu kaumnya atas suatu kezaliman.” HR. Ahmad Bukan termasuk umatku siapa saja yang menyeru orang pada ashabiyah HR Abu Dawud. Dalam hadits yang lain Nabi mengatakan bahwa orang yang mati dalam keadaan ashobiyah membela kelompoknya, bukan Islam, maka dia masuk neraka. Ada yang ashobiyyah dalam hal kebangsaan/nasionalisme. Hingga sesama Muslim karena beda Negara, Misalnya Malaysia dengan Indonesia, jadi saling ejek bahkan pernah perang sebelumnya. Padahal baik Negara Malaysia mau pun Indonesia 100 tahun lalu belum ada Indonesia baru ada tahun 1945 dan 100 tahun ke depan pun belum tentu masih ada. Buktinya Timtim sudah lepas dan Negara Uni Soviet yang besar saja sudah runtuh. Sedang Islam, ribuan tahun tetap ada. Bahkan di akhirat pun insya Allah tetap ada. Ada juga sebagian Muslim yang memecah-belah agama Islam jadi beberapa aliran. Tak jarang ada yang khawarij yang menyatakan hanya kelompoknya saja yang benar, sedang ummat Islam lain di luar kelompoknya mereka anggap sesat “Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum32] “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam159] Mereka menamakan kelompoknya masing-masing dengan nama tersendiri selain Muslim. Dengan nama selain Muslim itulah mereka bangga-banggakan kelompoknya sambil menista kelompok lain. Padahal Allah telah menamakan kita sebagai Muslim Dia Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67] Padahal Allah menamai kita Muslim dan menyuruh kita berdoa agar diwafatkan sebagai seorang Muslim رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ “…Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.” [Al A’raaf 126] Oleh karena itu mari kita kembali ke jalan yang lurus. Lupakan ashobiyyah / fanatisme golongan. Sebaliknya mari hidupkan ukhuwah Islamiyyah karena ummat Islam itu bersaudara dan seperti satu tubuh yang saling menguatkan satu sama lain. Tempatkan Islam di atas yang lain termasuk kepentingan kelompok. Rasulullah saw, bersabda “Barangsiapa yg di kehendaki baik oleh Allah.., niscaya akan di karuniai seorang sahabat yg soleh. Jika ia sedang lupa, maka sahabatnya yg saleh itu mengingatkannya. Dan jika ia sedang ingatsadar, maka sahabatnya yg saleh itu mau membantu menjaga serta mengawasinya.” Hr. Abu Daud Rasulullah saw, bersabda “Jika seorang muslim MENDOAKAN saudara muslim lainnya maka MALAIKAT berkata AAMIIN dan bagimu pula KEMULIAAN sebagaimana DOA yang kau doakan untuk SAUDARAMU.” HR Muslim Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu 1 melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; 2 mencintainya di dalam hatinya; 3 menyantuninya dengan hartanya; 4 tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; 5 menjenguknya bila sakit; 6 melayat jenazahnya; 7 dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat. HR. Ibnu Baabawih Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi “Kebesaran kesombongan atau kecongkakan pakaianKu dan keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa merampas salah satu dari keduanya Aku lempar dia ke neraka jahanam.” HR. Abu Dawud kirimanseorangteman. PERSAUDARAAN YANG RUKUN Mazmur 1331-3 Secara normal, tentunya semua orang merindukan suasana kehidupan yang diberkati oleh Tuhan. Karena hidup yang diberkati merupakan kehidupan yang dikenankan oleh Allah. Namun dalam faktanya, banyak orang yang mengeluh karena hidup yang dijalaninya sering dirasakan sebagai sebuah situasi kehidupan yang kering, hampa dan tanpa makna. Mazmur ini mengungkapkan rahasia kebenaran rohani tentang kehidupan yang berkenan kepada Allah; yaitu hidup yang senantiasa diwarnai oleh suasana persaudaraan yang rukun berdasarkan kasih Tuhan. Sebab Allah tidak mungkin menyatakan berkat-Nya bagi manusia yang selalu hidup dalam perpecahan sebagai akibat ambisi dosa. Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun Sebuah nyanyian kerinduan yang mengekpressikan tentang gambaran hidup dalam kasih Allah, yang ditandai dengan adanya kasih persaudaraan, penuh kerukunan satu dengan yang lain. Persaudaraan dan kerukunan dalam keluarga, di tempat kerja, dalam gereja, antar agama dan di segala tempat. Persaudaraan dan kerukunan digambarkan pula seperti minyak’ dan embun’ yang mempunyai makna kesukaan, keharuman, ketentraman lahir-batin dan suasana yang sejenisnya. Itulah gambaran kehidupan yang diberkati oleh Tuhan. Kehidupan yang demikian adalah kehidupan yang dikenankan oleh Allah. Sebuah suasana yang menggambarkan tentang suasana sorgawi. Sebagai anak-anak yang telah dipulihkan di dalam kasih Kristus, mari kita senantiasa hidup dalam kasih persaudaraan. Senantiasa rukun satu dengan yang lain. Sebab itulah hidup yang dikehendaki oleh Allah. Sebab di mana kerukunan dan kasih persaudaraan dinyatakan, maka kesanalah Tuhan mencurahkan berkat-berkat-Nya. Amin!

ilustrasi tentang persaudaraan yang rukun